HOME

Juni 11, 2012

PENEMBAKAN DAN KEBAKARAN RUMAH WARGA DI WAMENA TNI MEMBATAH


Pembohongan Publik soal kasus Kekerasan di Wamena oleh TNI: Kekerasan di Wamena terjadi sejak Rabu (6/7), dipicu oleh kasus tabrakan yang melibatkan dua anggota TNI Batalyon 756 (Wim Anesili Wamena), Ahmad Sahlan dan Parloi Pardede. Kedua aparat itu, mengendarai sepeda motor dan menabrak seorang anak kecil di tengah jalan.

Masyarakat yang melihat hal itu, kemudian mengeroyok kedua aparat menyebabkan Ahmad Sahlan tewas, dan Parloi mengalami luka kritis. Setelah kejadian itu, aparat TNI menyisir semua tempat dalam kota hingga ke pinggiran Wamena, dan menembak masyarakat secara membabibuta. Ratusan honai juga dibakar dan perumahan masyarakat dalam Kota Wamena ditembak, dibakar dan rumaha-rumah lainya kaca-kaca dihancurkan pakai popor senjata.

Kekerasan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, dilaporkan resmi 11 orang tewas. Terdiri dari 10 warga sipil tewas ditembak, satu anggota TNI tewas dikeroyok massa. Namun, informasi yang diperoleh SP dari warga Wamena menyebutkan, lebih dari 13 warga sipil tewas terkena tembakan aparat, termasuk anak-anak bayi dibunuh. Puluhan honai (Rumah Tradisional) dan perumahan masyarakat juga dibakar dan dirusak oleh Anggota TNI Batalyon 756 (Wim Anesili Wamena).

Sudah terang-terangan (penembakan) dilakukan oleh TNI-BATALYON 756 (Mim Anesili Wamena) malah TNI membatah. Seperti dikutip dari Berita Region Kompas bahwa Kepala Penerangan Daerah Militer Cendrawasih Papua Letnan Kolonel Ali Hamdan Bogra  "MEMBANTAH" adanya berita yang menyebutkan bahwa prajurit TNI melakukan penembakan kepada belasan warga sipil dan pembakaran puluhan rumah di Wamena, Papua, Rabu malam lalu. "Kami tidak membakar rumah warga, itu mustahil. Kami adalah prajurit, tidak mungkin kami melakukan hal itu," tegas Ali Hamdan seperti dilansir situs berita Australia, abc.net.au, Kamis (7/6/2012).

Sebelumnya, Ali Hamdan membenarkan adanya kecelakaan bermotor yang berujung pada penikaman terhadap dua orang prajurit TNI, yang berakhir dengan salah satunya tewas. Sepeda motor yang dikendarai prajurit tersebut melindas seorang anak, yang menyebabkan kemarahan warga terhadap keduanya dan berujung pada penikaman, Rabu siang. "Prajurit yang lain menjadi marah atas kejadian itu, dan ada yang berniat membalas dendam," kata Ali Hamdan. Namun, masih kata Ali, segala kemarahan tadi berhasil diredam dan niat membalas dendam tidak terjadi.(Wanimbonak)

FOTO-FOTO KEKERASAN TNI BATALYON 756 


 
 











 
Posted By:@Wanimbonak

November 22, 2011

PELUNCURAN PARLEMEN RAKYAT WILAYAH PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Balim: Senin Tanggal, 21 November 2011 di Lapangan Sinapuk Wamena menggelar Acara Peluncuran Parlemen Rakyat Wilayah Pegunungan Tengah Papua dengan Tema: Bersatu Untuk Mengakhiri. Sub Tema: Konferensi Sebagai Pijakan Menuju Pembebasan Nasional Papua Barat. Anggota Parlemen terpilih telah dikukuhkan oleh Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat Buchtar Tabuni. Selama Kegiatan berlangsung dari acara bakar batu, Peluncuran Parlemen Wilayah Pegunungan Tengah Papua sampai selesai kegiatan berjalan aman, tertip dan terkendali. Ribuan massa dari Rakyat Pegunungan Tengah antusias sekali dalam mengikuti kegiatan ini. Maka terbentuklah Parlemen Rakyat Wilayah Pegunungan Tengah Papua dengan resmi sesuai Sub Tema diatas. (KNPB) Balim

Foto-Foto Kegiatan:




































Posted By: Wanimbonak

Free West Papua Video

Loading...

Dengan semangat Patriotisme yang tinggi Patriot-patriot Papua Barat dengan kekuatan yang ada mari merapatkan barisan untuk bertempur di medan perjuangan Kemerdekaan. Wa....Kinaonak